Tampilkan postingan dengan label FC Internazionale Milano. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FC Internazionale Milano. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

 

Nama Helenio Herrera tidak mungkin dapat dipisahkan dari bagian perjalanan klub FC Internazionale Milano, berkat jasanya Inter menjadi salah satu klub yang di segani baik di kancah Liga Italia maupun Piala Champions saat itu, bagaimana tidak, Pelatih yang berjuluk "II Mago" ini mampu mempersembahkan 3 Scudetto di musim 1962/63, 1964/65, 1965/66. 2 Piala Champions di musim 1963/64 dan 1964/65. serta 2 Piala Intercontinental  di musim yang sama, total statistik Inter di bawah kepelatihannya selama 366 pertandingan ialah: 205 menang, 93 draw dan juga 68 kalah selama periode kepelatihannya (1960-1968). Tidak salah jiga banyak orang mengatakan Herrera adalah pelatih tersukses dalam sejarah klub ini. 

Salah satu momen yang mungkin paling berkesan  saat itu ialah ketika Inter mampu menjuarai trofi Piala Champions dengan mengalahkan Real Madrid di final yang saat itu merupakan klub tersukses di Eropa setelah mampu menjuarai Piala Champions sebanyak 5 kali berturut-turut. di tahun berikutnya ketika final diadakan di Giuseppe Meazza, Inter kembali meraih juara setelah mengatasi perlawanan wakil portugal, Benfica saat itu. Dan setahun berikutnya Inter berhasil menjuarai Liga Italia yang kesepuluh kalinya. Pada saat ini Inter memasuki masa keemasan dan dikenal oleh banyak orang dengan sebutan La Grande Inter.


 La Grande Inter
 
Herrera juga dikenal sebagai pelatih yang mengembangkan konsep Catenaccio yang merupakan ciri khas permainan Italia dengan pertahanan berbentuk gerendel. Berkat Herrera, Catenaccio semakin dikenal sebagai ciri khas dari sepakbola Italia. Dalam versi Herrera pada tahun 1960, empat pria-menandai pembela erat ditugaskan untuk setiap penyerang lawan sedangkan penyapu tambahan akan mengambil setiap bola lepas yang luput dari jangkauan pembela. Penekanan dari sistem ini dalam sepak bola Italia melahirkan munculnya banyak bek tangguh seperti Gentile, Gaetano, Scirea, Claudio dan pada 1970-an, lalu ada duet Inter Milan Giuseppe Bergomi dan Franco Baresi. Dan juga pada 1980-an kuartet bek Italia di AC Milan: Baresi, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Tahun 1990-an dan 2006 juara Piala Dunia Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta dan banyak orang lain di tahun 2000 dimana tim nasional Italia menjadi terkenal.


Dari polesan tangan Herrera juga dilahirkan beberapa pemain Inter yang menjadi legenda baik di klub maupun timnas Italia. Contohnya seperti Giacinto Facchetti dan juga Sandro Mazzola yang pada saat itu juga menjadi andalan bagi timnas Italia. Herrera mampu membawa Inter menjadi tim yang disegani dengan konsep La Grande Inter-nya. Hasilnya 7 trofi mampu diberikan olehnya bagi klub ini, tentu sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang pelatih. Dalam sejarah klub, hanya Roberto Mancini yang sanggup memberikan trofi dengan jumlah yang sama dengan Herrera ketika ia melatih Inter di periode 2004-2008.

Herrera yang lahir pada tanggal 10 April 1901 di Buenos Aires, Argentina akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 9 November 1997 akibat gagal jantung dalam usianya yang ke 87 tahun di Venice, Italia.


addio, allenatore !!!

Kamis, 08 Maret 2012

Berbagai Macam Suporter Inter

Dalam rangka memperingati perayaan 104 tahun berdirinya klub favorit ane tercinta, FC Internazionale SpA yang jatoh tanggal 9 Maret 2012, kali ini ane bikin tulisan mengenai berbagai macam suporter dari Inter, ya seperti kita ketahui Inter merupakan salah satu klub dengan suporter paling fanatik di dunia. So, inilah berbagai macam suporter dari Inter. Check This Out!!




Curva Nord 69: Mendampingi selama 40 tahun


Tifosi setia yang selalu hadir di kala Inter bertanding. Loyalitasnya patut diacungi jempol.



Dalam beberapa tahun terakhir, kerusuhan baik di dalam maupun di luar stadion sering pecah di Italia. Banyak yang menganggap segala insiden tak lepas dari ulah kelompok suporter garis keras yang menamakan dirinya Ultras. Dengan segala fanatismenya, Ultras dianggap sering menimbulkan masalah hampir di setiap pertandingan, terlebih yang bernuansa rivalitas.


Namun, ada hal menarik dari kehadiran Ultras di Italia. Sebagai pendukung klub yang paling loyal, Ultras ternyata memiliki hak suara untuk ikut menentukan kebijakan klub. Ultras di Italia juga cenderung lebih terorganisir, bahkan hampir menyerupai sebuah organisasi politik.


Jika dipersempit, Curva Nord 69 (penghuni tribun utara Stadion Giuseppe Meazza), menjadi salah satu dengan jumlah anggota terbanyak di Italia. Menurut data yang dikeluarkan La Republica, Inter menguasai sekitar 16 persen fans fanatik sepak bola di Italia. Mereka hanya kalah dari Juventus (28%), dan penghuni Curva Sud, AC Milan (23%). Namun mereka unggul atas Napoli (9%), AS Roma (7%), dan Lazio (3%).


Curva Nord 69 menjadi salah satu kelompok suporter yang paling disegani di Italia. Bukan hanya dari tindakan anarkis mereka di lapangan, tapi juga dari sisi positif. Sudah 40 tahun sejak 1969 mereka mengabdikan dirinya guna menyemangati setiap Inter bertanding. Jelas dengan usia setua itu, pengaruh mereka pun cukup kental. Bahkan, mantan kapten AC Milan, Paolo Maldini pun sempat mengakui loyalitas pendukung setia rivalnya itu. “Selama ini mereka memang kerap membuat kami khawatir di lapangan, namun saya mengakui loyalitas mereka,” kata dia.

Curva Nord 69 bukan hanya didominasi satu kelompok tifosi saja. Inter memiliki beberapa kelompok Ultras yang selalu setia mendampinginya di setiap laga. Salah satunya Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurre), kelompok Ultras tertua ke dua La Curva Milano setelah Fossa dei Leoni dari Curva Sud. Selain itu, ada juga Ultras Inter, Viking Inter, Brianza Alcoolica, Irriducibili, dan beberapa kelompok minor lain. Mereka inilah yang selalu menyemangati I Nerazzurri.

LA Curva Nord 69 Milano


1. Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurre)



Kelompok tertua di Curva Nord 69. Berdiri pada 1969, hanya selang setahun setelah Fossa dei Leoni pertama kali muncul. Boys diambil dari nama anak nakal di sebuah komik bernama serupa. Di era 80-an Boys S.A.N kian ditakuti sebagai kelompok yang kerap membuat ulah. Namun, sejak awal 90-an, Boys S.A.N meminimalisir aksi anarkis, dan lebih fokus mengekspresikan fanatisme melalui berbagai koreografi di stadion. Sekadar info, Boys S.A.N terbentuk meneruskan ide pelatih Inter ketika itu, Helenio Herrera yang menginginkan terbentuknya sebuah kelompok suporter yang terorganisir dengan rapih.


2. Ultras Inter (Forever Ultras)



Di Curva Nord, Ultras menjadi yang tertua ke dua setelah Boys S.A.N. Mereka berdiri sejak 1975 dengan nama Forever Ultras sebelum diganti pada 1995. Pelopornya adalah dua pemuda bernama Luciano dan Curzio, yang pertama kali memunculkan spanduk bertuliskan Forever Ultras di Curva Nord, tepat berdampingan dengan Boys S.A.N. Sejak 1997, Ivan Renato menjadi sutradara Ultras setelah meneruskan era kepemimpinan sebelumnya.


3. Viking Inter



Kelompok ketiga di Curva Nord ini terbentuk pada 1984. Viking juga dikenal sebagai salah satu pendukung beraliran sayap kanan paling loyal di Italia. Sayang, mereka kerap bersikap rasis. Kebetulan, Viking memang berhubungan sangat dekat dengan Blood & Honour Varese (kelompok suporter yang menolak anti-rasisme di sepak bola). Viking pun menjadi sangat menonjol di Curva Nord dengan indentitas bendera paling besar di antara suporter Ultras Inter lainnya.


4. Brianza Alcoolica


Brianza Alcoolica (semangat Brianza) memang baru resmi didirikan pada November 1985. Namun, berbagai spanduk bertuliskan nama kelompok mereka sudah muncul beberapa tahun sebelumnya di Madrid, Spanyol. Dipelopori oleh beberapa orang yang merasa tidak cocok dengan segala kekerasan Curva Nord, Brianza Alcoolica memisahkan diri dengan idealisme mereka untuk menciptakan hiburan di stadion. Mungkin karena itu pula Brianza Alcoolica menjadi kelompok dengan jumlah suporter paling sedikit di antara lima lainnya.


5. Irriducibili


Irridubicili menjadi kelompok paling kontroversial di antara Ultras Inter lainnya. Berdiri sejak 1988, kelompok ini juga dikenal dengan nama “Skins” ini langsung membuat kericuhan dengan menyerang setiap pendukung lawan yang datang ke Giuseppe Meazza. Ciri khas Irridubicili adalah maskot seekor anjing hitam sebagai lambang kejahatan atau keonaran bernama Muttley. Dengan slogan “Non basta essere Bravi bisogna essere I migliori” (untuk menjadi yang terbaik, tidak cukup dengan bersikap baik), tak heran jika jika Irridubicili kerap berbuat onar di stadion. Bahkan mereka dengan terang-terangan mengaku setiap mendukung Inter, tak akan pernah lepas dari minuman beralkohol.


6. Milano Nerazzurra



Kelompok ini memang lebih kecil dibanding Boys SAN atau lainnya. Namun, mereka justru mampu tampil dengan warna-warna mencolok melalui koreografinya di sisi kiri Curva Nord. Milano Nerazzurra juga mendapat julukan “Potere Nerazzurro” atau Si Hitam Biru yang Kuat. Sejak berdiri sekitar akhir 80-an, Milano Nerazzurri memang telah menyatakan ketidakcocokannya dengan saudara tua mereka, Boys SAN. Tak heran jika letak kedua kelompok ini berjauhan, yang satu di sisi kiri, dan yang satunya di sisi kanan.


7. Boys Sez Roma



Meski Boy Sez Roma lahir dari sekelompok laki-laki yang berasal dari Kota Roma, mereka justru merupakan pendukung fanatik Inter Milan. Sejak awal berdiri pada 1979 lalu, kelompok ini memang membatasi anggotanya di usia 18-30 tahun, dan tentunya dengan satu tujuan mendukung Inter Milan. Boy Sez Roma mengambil posisi di sisi kanan Curva Nord dan berhubungan sangat dekat dengan Boys

Nah, di Indonesiapun ada Kelompok Interisti yang membentuk Organisasi bagi Interisti di Indonesia yang terkenal mungkin ada dua yaitu Inter Club Indonesia (ICI) sebagai ofisial resmi Interisti di Indonesia dan ada Indonesia Nerazzurra (IN), dan berikut sejarah singkatnya brader/sista:

Inter Club Indonesia (ICI)



Sejarah Inter Club Indonesia

Sejarah organisasi Inter Club Indonesia bermula dari mailing list \n inter-mania@yahoogroups.comyang dibentuk pada 30 Juli 2001. Tujuan awal dibuatnya mailing list ini adalah sebagai wadah untuk saling berbagi dan sarana untuk bertukar informasi seputar klub Inter Milan. Pada akhir juni 2003, teman-teman di mailing list ini ditawari untuk melakukan interview oleh SCTV yang sedang membuat format acara baru yaitu Centro Campo. Salah satu bentuk program acaranya adalah mengadakan wawancara dengan fans club Italia yang ada di Indonesia (Jakarta).

Pada akhir 2006 tepatnya tanggal 10 September 2006, para anggota Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC) kembali berkumpul mengadakan gathering sekaligus mengadakan rapat pembentukan pengurus di Food Court Mall Taman Anggrek untuk menghidupkan roda organisasi yang sempat vakum karena kesibukan para pengurusnya. Hasil rapat/gathering pembentukan kepengurus tersebut antara lain adalah :

• Menyatakan dibentuknya kepengurusan baru dengan nama Inter Club Indonesia (ICI) dan sekaligus menyatakan berakhirnya kepengurusan Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC) lama.

Seiring dengan meningkatnya prestasi Inter sejak era kepelatihan Mancini, member Inter Club Indonesia pun semakin meningkat dan diharapkan akan terus berkembang. Kegiatan2 yang dilakukan rutin oleh ICI antara lain kegiatan olah raga (futsal), nonton bareng, merupakan sarana untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan dan kekompakan diantara anggota.

Kepengurusan Periode 2008 - 2011

Bertempat di Izzi Pizza Pancoran, Minggu 12 Oktober 2008, ICI mengadakan acara gathering untuk memilih pengurus2 baru untuk menggantikan pengurus lama yang habis masa jabatannya. Program kerja kepengurusan baru ini terfokus kepada persiapan untuk menjadi Official Fans Club yang diakui oleh FC INTER, menjadi bagian dari Inter Club yang telah ada sebelumnya dan tersebar di seluruh dunia. Semoga cita2 luhur dan impian setiap Interisti Indonesia ini dapat menjadi kenyataan.

Dengan kepengurusan baru ini diharapkan organisasi Inter Club Indonesia dapat semakin berkembang sebagai wadah untuk menampung aspirasi para pecinta Inter Milan yang ada di Indonesia.

situs webnya: http://www.interclubindo.com

Indonesia Nerazzurra


Kecintaan yang besar terhadap Internazionale Milan akhirnya membuat beberapa orang di Bandung mendirikan kelompok suporter Bandung Nerazzurra (BN) pada 22 Maret 2009. Tak lama kemudian, BN bertransformasi menjadi Indonesia Nerazzurra (IN) yang ditandai dengan peluncuran website mereka, www.indonesianerazzurra.com.

“Berawal dari keinginan founder untuk untuk memperluas cakupan organisasi dan munculnya sambutan baik dari beberapa daerah di Indonesia, akhirnya kami bertransformasi menjadi IN,” kata Wan Havid Adris, Divisi Membership IN.

Sambutan itu berbuah dalam pertumbuhan anggota IN yang kini mencapai 86 orang. Anggota-anggota tersebut kini tersebar di lima kota di Indonesia, yakni di Bandung sebagai pusat, Distretto Cirebon, Distretto Baturaja, Distretto Padang, sampai Distretto Ambon.

“Rencana pengembangan distretto kita di kota lain pasti ada. Kami tak memiliki patokan untuk menambah distretto mana yang akan kami pilih selanjutnya. Kami terbuka untuk daerah mana saja yang bersedia bergabung dengan IN. Di atas segalanya, kami memakai konsep quality over quantity,” jelas Havid. “Dengan konsep ini berarti kami lebih mementingkan kualitas anggota daripada jumlah anggota. Agar rasa kekeluargaannya lebih kental terasa, meski dengan jumlah anggota yang sedikit.”

Selain konsep itu, IN juga mengusung jargon Noi Siamo Noi yang kurang lebih berarti “Inilah Kami”. Lewat jargon ini, IN ingin menunjukkan eksistensi mereka sebagai kelompok suporter Inter Milan. “Inilah kami sang pendukung Inter, hanya kami tidak ada yang lain bagi kami,” tegas Havid lagi.

Guna memperkuat identitas mereka, IN menggunakan gambar ular dalam perisai sejak berdiri pada 22 Maret lalu. Penggunaan logo ini bukan tanpa alasan. “Kami menggunakan logo itu untuk menghormati legenda Milano, yaitu Il Biscione (Si Ular Besar). Gambar ular itu kami gabungkan dengan perisai yang kami pilih sebagai pertanda identitas pendukung dan pembela sang idola, I Nerazzurri,” bilang Havid.

TAK MINIM KEGIATAN

Meski baru berusia muda dan harus belajar banyak dalam menjalankan roda organisasi, ternyata tidak membuat IN minim kegiatan. Seperti halnya kelompok suporter lainnya, IN selalu menggelar acara nonton bareng Inter di salah satu kafe di Kota Bandung di bilangan Ciumbuleuit dan menggelar kegiatan rutin futsal setiap minggunya.

“Kami juga pernah membentangkan spanduk IN di salah satu sudut Stadion Si Jalak Harupat guna mendukung timnas U-19 Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia lalu. Hal tersebut membuktikan IN masih memperlihatkan kepedulian terhadap perkembangan sepak bola nasional,” cetus Havid.

Semua kegiatan itu direkam dalam forum dunia maya dengan alamat http://www.indonesianerazzurra.com . Dalam forum ini juga direkam berbagai interaksi antaranggota berupa forum diskusi, galeri foto kegiatan, artikel, dan lainnya. “Forum ini sangat berguna sebagai ajang silaturahim sesama Interisti se-Indonesia dan sebagai ajang untuk saling tukar informasi,” kata Havid.

Ke depan, IN ingin terus mengalir layaknya air dengan mengikuti perkembangan zaman. “Untuk saat ini kami memang belum memiliki AD/ART, tapi kami sedang dalam proses pembuatannya. Meski belum ada, namun kami bertekad untuk mempererat silaturahmi antaranggota yang kebetulan sesama Interisti. Kami ingin wadah ini diakui sebagai organisasi resmi Inter, meski itu bukan prioritas utama saat ini,” kata Havid.

“Apa pun itu, pada dasarnya, IN adalah wadah penyaluran hobi bersama orang-orang yang memiliki hobi sama. Itu saja,” pungkas dia.(Ruri)

itu tadi sejarah terbentuknua IN, sekarang website resmi Indonesia Nerazzurra berganti menjadi www.indonesia-nerazzurra.com

situs webnya: http://indonesia-nerazzurra.com/IN/

Gak nyangka, ternyata banyak juga ya kelompok-kelompok dari suporter Inter, tapi yang pasti meskipun kita saling berbeda tujuan kita satu brader/sista ngedukung Inter apapun yang terjadi, seperti kata Bang Bepe "Saya akan tetap mendukung Inter dengan Siapapun Pemainnya dan Siapapun Pelatihnya serta Apapun Prestasinya".

ANNI 104th FC Internazionale Milano
Hope the Next Season better than This Season
FORZA INTER PER SEMPRE
-salam-

sumber:
  • http://gilrandypraira.blogspot.com/2010/12/macam-suporter-inter-tanpa-milan.html
  • http://google.com
  • http://www.facebook.com/InterClubIndonesia
  • http://indonesia-nerazzurra.com/IN/
  • http://www.interclubindo.com

Sabtu, 28 Januari 2012

FC Internazionale Milano menjadi klub keenam dalam sejarah yang menyelesaikan musim dengan gelar treble. Kemenangan atas Bayern Muenchen di final Liga Champions melengkapi gelar scudetto Seri A dan Coppa Italia.

Skuad José Mourinho menundukkan Bayern Muenchen 2-0 di Stadion Santiago Bernabeau, Madrid. Gelar ini menambah koleksi Nerrazurri yang sebelumnya sudah menjuarai Seri A Italia dan merebut trofi Coppa Italia dengan mengalahkan AS Roma 1-0.

Raihan ini menjadikan Inter sebagai tim keenam dalam 55 musim sebelumnya yang mampu meraih tiga gelar sekaligus dalam satu musim. Klub-klub pemenang treble sebelumnya adalah Celtic FC (1967), AFC Ajax Amsterdam (1972), PSV Eindhoven (1988), Manchester United FC (1999) dan FC Barcelona musim lalu.

Inter sebenarnya pernah memiliki kesempatan tahun 1967. Namun saat itu mereka dikalahkan klub Skotlandia Celtic yang bangkit dari ketinggalan untuk menang 2-1 pada partai final di Lisbon.

Inter kembali menjadi korban lima musim kemudian, ketika gol pemain Ajax Stefan Kovács mengantar Johan Cruyff dan kawan-kawan menang 2-0 musim 1971-72. Selanjutnya tim Belanda lain, PSV yang ditangani Guus Hiddink yang menjadi pemenang treble ketiga pada tahun 1988. Mereka menang adu penalti atas SL Benfica di Stuttgart.

Manchester United memastikan tiga gelar tahun 1999 dengan cara yang dramatis. Tertinggal 0-1 mereka menundukkan Bayern Muenchen lewat gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di Barcelona.

Sementara itu, 12 bulan lalu United balik menjadi korban di tangan Barcelona yang menundukkan mereka 2-0 di Roma. Inter kini menjadi klub keenam yang masuk jajaran elit ini berkat kemenangan 2-0 atas Bayern di Madrid.

Ada beberapa hal menarik dari raihan treble inter, baik untuk klub, presiden maupun pemain inter;
1. Gelaran final Liga Champions kali ini merupakan laga para pemain buangan, bukan saja Sneidjer dan Robben tapi ada juga Esteban Cambiasso, Walter Samuel yang dibuang madrid sebelumnya. ada pula eto’o yang ‘dibuang’ Barca serta Lucio yang didepak Munchen.

2. Gelar Liga Champions adalah pencapaian pertama dari Presiden Inter saat ini, Massimo Moratti mengikuti keberhasilan ayahnya, Angelo Moratti.

3. Dengan menjuarai Liga Champions, Inter Milan mencatatkan diri dalam sejarah sebagai tim Italia pertama yang mampu meraih gelar Treble Winner.

4. Secara tidak langsung inter telah mengalahkan tiga tim juara liga musim ini, Chelsea-Barcelona-Bayern Munchen sekaligus menyelamatkan 4 jatah tim Italia di Liga Champions.

5. Jose Mourinho-allenatore inter menjadi pelatih ketiga dalam sejarah yang mampu mengantarkan 2 tim berbeda menjadi juara Liga Champions.

6. Pertandingan kontra Munchen merupakan penampilan ke 700 bagi kapten Zanneti-pemain dengan julukan The Tractor itu bergabung tahun 1995 dan menjadi kapten intermilan sejak 1999.

7. Diego Milito, pemain bernomor punggung 22 itu kembali menjadi aktor penentu dengan menyumbang 2 gol bagi inter. dalam 2 laga penentuan juara sebelumnya, “iL Principe” juga menjadi aktor penentu bagi inter dengan golnya di Coppa melawan AS Roma dan pekan terakhir Serie-A versus Siena.

8. Di laga final champion melawan Munchen tidak ada pemain Italia dalam starting eleven inter, hanya Materazzi yang baru dimasukkan di injury time.

9. Dan yang lebih Fantastis lagi, Inter satu2nya tim di dunia ini yang mampu meraih Treble Winner dengan menyandang status sebagai Juara di Liga-nya selama 5X ber-turut.

formasi Catenaccio La Grande Inter jilid I

Pelatih yang mempopulerkan taktik catenaccio, Helenio Herrera



Skuad La Grande Inter jilid I

Rabu, 21 September 2011



Javier Adelmar Zanetti (lahir di Buenos Aires, 10 Agustus 1973; umur 38 tahun) adalah pemain sepak bola Argentina yang berposisi bek dan sebagai kapten tim di Inter.

Di level klub, Zanetti pernah bermainuntuk klub Talleres de Remedios de Escalada (divisi 3) dan Banfield sebelum pergi ke Italia yaitu ke klub Internazionale Milano pada tahun 1995. Bersama klub ini ia telah tampil sebanyak 454 kali dan mencetak 17 gol.

Untuk Argentina, pemain bertinggi badan 176 cm ini tampil 101 kali (pada Juli 2005) dan pemain berjuluk Il Capitano (The Captain) atau El Tractor (The Tractor) memperkuat negaranya pada Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2002. Ia juga sebagai anggota tim Olimpiade sepak bola negaranya saat merebut medali perak Olimpiade musim panas tahun 1996 di Atlanta,Georgia, Amerika Serikat .

Zanetti terkenal dengan adaptasi tingginya di setiap posisi defensif. Ia dapat bermain di posisi bek sayap, jangkar (gelandang bertahan), gelandang tengah, serta sebagai winger (pemain sayap). Itulah sebabnya ia dijuluki El Tractor. Pria yang menjabat sebagai kapten Inter sejak 1998 ini juga punya kehebatan dalam hal menggiring bola. Ia pun punya visi menyerang dan bertahan yang seimbang.

Selain itu, Zanetti, yang selalu dipercaya sebagai starting XI andalan sejak Inter dilatih oleh Luis Suarez pada tahun 1995, mencetak rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah I Nerazzurri. Pria yang telah membela timnas Argentina sejak 1994 ini telah melewati rekor Giuseppe Bergomi, yang mencetak caps sebanyak 519 dan membela panji La Beneamata pada periode 1980-1999. Zanetti menyamakan caps-nya dengan Bergomi ketika Inter membungkam Bologna FC dengan skor 4-1 pada tanggal 16 Januari 2011.

"Saya berharap tampil sempurna di partai ini. Apalagi, Inter akan bermain di Giuseppe Meazza, tempat di mana saya menghabiskan lebih dari 15 tahun hidup saya." Demikian kata Zanetti sebelum memainkan partai Inter vs Bologna-merujuk pada Zanetti yang akan mencetak rekor sebagai pemain dengan caps terbanyak di Inter.

Dan sekarang il capitano pun menjadi pemegang rekor caps terbanyak di inter yang masih bermain yaitu sebanyak 758caps sama dengan raihan Giuseppe Bergomi setelah memainkan laga Inter melawan Novara Rabu, 21-09-2011


Berikut adalah daftar pemegang caps terbanyak di inter:

1. Giuseppe Bergomi ( 758 )

Pria kelahiran Milan-Italia 22 desember 1963 ini hanya membela 1 klub sepanjang karirnya. Bergomi memulai karirnya di Inter pada tahun 1979/80, walaupun pada musim pertamanya hanya bermain 1 kali di Coppa Italia. Dia adalah difensore yang hampir selalu bermain penuh selama satu musim. Bergomi telah mengantongi 519 pertandingan Serie A dan membukukan 23 gol. Ditambah lagi 117 kali bermain di Eropa, 121 kali pada turnamen Coppa Italia dan 1 kali pertandingan Supercoppa Italia.

Prestasinya bersama Inter : 2 Scudetti ( 1979/80 dan 1988/89 ), 1 Coppa Itali ( 1981/82 ), 1 Piala Super Italia ( 1989/90 ) dan 2 Piala UEFA ( 1990/91 & 1993/94).
Prestasi bersama Italia : Juara Dunia 1982






2. Javier Zanetti ( 730 )
Javier Aldemar Zanetti adalah pria kelahiran Argentina 10 Agustus 1973. Zanetti memulai karirnya di Banfield dan memutuskan membela Inter pada tahun 1995. Pemain berjuluk The Tractor, adalah salah satu yang terbaik dimiliki Inter. Satu-satunya pemain yang selama berkostum Nerazzuri hampir tidak pernah melewatkan setiap pertandingan yang dijalani Inter. Musim yang dilewatinya paling sedikit adalah melakoni 34 partai, pencapaian fantastis yang sangat memungkingkan memecahkan rekor bermain yang masih dipegang Bergomi.




Prestasi : 5 Scudetti ( 2005/06 - 2009/10 ), 3 Coppa Italia ( 2004/05, 2005/06 & 2009/10 ), 4 Supercoppa Italia ( 2005, 2006, 2008 & 2010 ), 1 Piala Champion ( 2009/10 ) dan 1 Piala Dunia Klub ( 2010 )




3. Giacinto Facchetti ( 634 )
Pria kelahiran Treviglio-Italia, 18 Juli 2942 adalah pesebakbola yang telah melakoni 3 Piala Dunia 1966, 1970 dan 1974. Giacinto juga pernah mambawa Gli Azzuri menjadi yang terbaik di Eropa pada tahun 1968. Pria dengan tinggi 1.91m adalah pemain belakang yang menjadi bagian dari "La Grande Inter" pada era Helenio Herrera. Selama karir profesionalnya Giacinto menghabiskannya hanya dengan Internazionale 1960-1978. Dengan semua yang telah dipersembahkannya kepada Italia dan Internazionale, pantaslah kalau dia disebut sebagai pemain legenda. Giacinto meninggal pada 4 September 2006 di usia 64 tahun. Giacinto Facchetti juga pernah menjadi Presiden Internazionalle sebelum meninggal.

Prestasi : 4 Scudetti ( 1963, 1965, 1966 & 1971 ), 1 Coppa Italia ( 1978 ), 2 Piala Champion ( 1965 & 1966 ) dan 2 Piala Interkontinental ( 1966 & 1967 )
Piala Eropa 1968 ( Italia )



4. Alessandro Mazzola ( 565 )
Sandro Mazzola lahir di Turin-Italia pada 8 November 1942 dan merupakan putra dari Valentino Mazzola. Mazzola termasuk seorang pesepakbola yang hanya mempunyai satu klub selama karirnya. Selama 17 tahun karirnya bersama Inter ( 1960-1977 ) dia telah membukukan 160 gol di semua kompetisi, termasuk ketika menjadi Top Skor 1964/65. Seorang Legenda yang juga adalah bagian dari "La Grande Inter", bermain di 3 Piala Dunia dengan 70 caps dan mengemas 22 gol.

Prestasi : 4 Scudetti ( 1963, 1965, 1966 & 1971 ), 2 Piala Champion ( 1965 & 1966 ), 2 Piala Interkontinental ( 1966 & 1967 ) dan Piala Eropa 1968 ( Italia )





5. Giuseppe Baresi ( 559 )
Memulai karirnya bersama Inter pada musim 1976/77, pria kelahiran Travagliato-Italia ini telah mengantongi 559 caps bersama Nerazzuri sampai pengabdian terakhirnya tahun 1992. Giuseppe bersaudara dengan legenda AC Milan, Franco Baresi. Saat Inter ditangani Jose Mourinho, Giuseppe ditunjuk sebagai asistan pelatih Inter.

Prestasi : 2 Scudetti ( 1979/80 & 1988/89 ), 2 Coppa Italia ( 1976/77 & 1981/82 ), 1 Supercoppa Italia ( 1989 ) dan 1 Piala UEFA ( 1990/91 )







6. Mario Corso ( 502 )

Mario Corso lahir di Verona-Italia 25 Agustus 1941. Mario yang akrab dipanggil Mariolino adalah salah satu bagian dari La Grande Inter. Memulai karirnya dengan Inter pada tahun 1957, Mario telah menjelma menjadi penyerang tengah yang sangat disegani. Kaki kirinya begitu sempurna sehingga dijuluki "God's Left Foot" karena tendangan bebasnya dan setpiece yang indah. Mario juga dijuluki "Mandrake".


Prestasi : 4 Scudetti ( 1962/63, 1964/65, 1965/66 & 1970/71 ), 2 Piala Champion ( 1963/64 & 1964/65 ) dan 2 Piala Interkontinental ( 1965 & 1966 )



7. Walter Zenga ( 473 )
Zenga lahir di Milan-Italia pada 28 April 1960. memulai karir di klub C1 Salernitana dan akhirnya bergabung dengan Internazionale pada 1982. Kiper dengan tinggi 1.88m ini juga merupakan andalan Gli Azzuri di berbagai kejuaraan. Kiper yang sangat brilian dan mendapat berbagai penghargaan untuk pemain terbaik.

Prestasi : 1 Scudetto ( 1988/89 ), 1 Supercoppa Italia ( 1989 ), dan 2 Piala UEFA ( 1991 & 1994 )
Karir Pelatih : Juara Liga Rumania 2004/05 ( Steau Bukharest ), Juara Liga Serbia 2005/06 dan Juara Piala Serbia 2006 ( Red Star Belgrade )
Serie A Football Player of the Year 1987
IFFHS Best Goal Keeper 1989, 1990, 1991
UEFA Goalkeeper of the Year 1990




8. Tarcisio Burgnich ( 467 )
Ini dia satu lagi bagian dari La Grande Inter. Tarcisio Burgnich, lahir di Ruda-Italia 25 April 1939 adalah seorang pemain belakang yang sangat kokoh. Memulai karir di Udinese, lalu bergabung dengan Inter pada tahun1962. Dia adalah pilar Italia selama lebih dari satu dekade, bermain 66 kali dengan 2 gol.

Prestasi : 4 Scudetti ( 1962/63, 1964/65, 1965/66 & 1970/71 ), 2 Piala Champion ( 1964 & 1965 ), 2 Piala Interkontinental ( 1965 & 1966 ) dan Juara Eropa 1968 (Italia).







9. Alessandro Altobeli ( 466 )
Lahir di Soninno-Italia 28 November 1955 sebagai seorang striker yang haus gol. Memulai karirnya di klub Serie C Latina dan Brescia Serie B, "Spillo" memulai prestasinya bersama Inter 1977-1988. "Needle" adalah salah satu dari 10 pencetak gol terbanyak dari Nerazzuri.

Prestasi : 1 Scudetto ( 1979/80 ), 2 Coppa Italia ( 1977/78 & 1981/82 ) & Juara Dunia 1982 ( Italia )


10. Ivan Cordoba ( 433 )



Salah satu dari daftar legenda pemilik caps terbanyak yang masih aktif bermalah satu dari daftar legenda pemilik caps terbanyak yang masih aktif bermain debrsama Nerazzuri. Ivan Ramiro Cordoba Sepulveda lahir di Rionegro-Columbia 11 Agustus 1976. Biarpun berpostur pendek untuk ukuran seorang bek di Eropa ( 1,73m ), Cordoba adalah bek tangguh dan cukup produktif. Total selama berkarir dengan Inter, Cordoba telah membukukan 18 gol.


Prestasi : 5 Scudetti ( 2005-2010 ), 3 Copa Italia ( 2005, 2006 & 2010 ), 4 Supercopa Italia ( 2006, 2007, 2009 & 2010 ), 1 Piala Champion ( 2010 ), 1 Piala Dunia Klub ( 2010 ) dan Coppa America 2001 ( Kolombia ).
ain debrsama Nerazzuri. Ivan Ramiro Cordoba Sepulveda lahir di Rionegro-Columbia 11 Agustus 1976. Biarpun berpostur pendek untuk ukuran seorang bek di Eropa ( 1,73m ), Cordoba adalah bek tangguh dan cukup produktif. Total selama berkarir dengan Inter, Cordoba telah membukukan 18 gol.
sumber: wikipedia.com http://orbm.blogspot.com/2011/02/10-caps-terbanyak.html


Sabtu, 06 Agustus 2011








Derby della Madonnina, atau Derby Milan seperti yang kadang-kadang disebut, adalah pertandingan sepak bola antara klub Italia Associazione Calcio Milan dan Internazionale Milano Football Club. Ini adalah derby lokal diperebutkan dan merupakan salah satu derbies yang paling ditunggu di dunia sepakbola. Selain dengan Roma dan derbies Turin, secara luas dianggap sebagai salah satu derbies Crosstown utama di Serie A, begitu krusialnya sehingga hanya wasit yang dipilih yang dapat memimpin setiap kali tim-tim ini bertemu. Ini adalah fixture dua tahunan di liga sepak bola Italia Serie A, namun, derby juga terjadi di Coppa Italia dan Liga Champions. Derby ini disebut "Derby della Madonnina" untuk menghormati salah satu tempat wisata utama kota Milan, patung Bunda Maria di atas Duomo, yang biasanya disebut "Madonnina".


Rivalitas Budaya

Pada Tgl 16 Desember 1899 Alfred Edward dan kawan- kawan mendirikan Milan cricket dan Football Club. Edward adalah seorang Mantan Wakil Konsulat Inggris di Milan, Yang Terkenal di kalangan Masyarakat kelas atas di Milan. dan Dia menjadi Presiden Terpilih yang Pertama, Awalnya Tim Cricket di kelola oleh Edward Bera dan Sepakbola di kelola oleh David Allison, Lalu Milan Menjadi Tim yang Hebat di bawah Herbert Kiplin dan Tropi Pertama yg dimenangkan adalah Medaglia del Re (King's Medal) pada thn 1900, dan kemudian memenangkan Piala Liga Nasional pada thn 1901,1906,1907
Pada tahun 1908 Isu tentang Pemakaian Pemain Asing menyebabkan Perpecahan dan Berdirilah FC Internazionale Milan.Inter di juluki Kaum Borjuis (Pembual) , Sedangkan Milan di juluki kaum casciavit (pekerja) Selama tahun 1960 Inter lebih Berhasil dan menonjol daripada Milan, dengan memenangkan Pila Eropa 2 kali dan Pila Intercontinental 2 kali. Namun Pada Akhir 1980-1990 di Era Silvio Berlusconi Milan menjelma menjadi Klub yg menakutkan dan di segani, dan Milan adalah Tim yg lebih Dominan dengan Banyaknya Piala yg dimenangkan baik di Liga maupun di Eropa


Kemenangan Besar (Tidak termasuk Pertandingan Persahabatan)

Milan

* Milan 6-3 Inter on 30 April 1911 in Campionato
* Inter 0–4 Milan on 1 April 1917 in Coppa Regionale Lombarda
* Milan 8-1 Inter on 3 March 1918 in Coppa Mauro (the most emphatic scoreline in derby history)
* Inter 0–4 Milan on 13 October 1918 in Coppa Giurati
* Inter 2–5 Milan on 16 February 1919 in Coppa Mauro
* Milan 5-3 Inter on 27 March 1960 in Campionato
* Milan 4-0 Inter on 27 June 1963 in Torneo Città di Milano
* Milan 6-4 Inter on 26 June 1969 in Torneo Città di New York
* Milan 5-0 Inter on 8 January 1998 in Coppa Italia
* Inter 0–6 Milan on 11 May 2001 in Campionato

Inter

* Milan 0–5 Inter on 6 February 1910 in Campionato
* Inter 5-1 Milan on 17 February 1910 in Campionato
* Inter 5-2 Milan on 22 February 1914 in Campionato
* Inter 5-4 Milan on 6 November 1932 in Campionato
* Inter 6-5 Milan on 6 November 1949 in Campionato
* Inter 5-2 Milan on 28 March 1965 in Campionato
* Inter 4-0 Milan on 2 April 1967 in Campionato
* Milan 1–5 Inter on 24 March 1974 in Campionato
* Milan 0–4 Inter on 29 August 2009 in Campionato

Head to head

Pertemuan Inter Menang Seri Milan Menang Inter Gol Milan Gol

Serie A
175 64 52 59 255 236
Coppa Italia
23 7 7 9 22 32
UEFA Champions League
4 0 2 2 1 6
Pertemuan Lainnya
72 24 11 37 163 159
Total
274 95 72 107 442 433

Top Skor (5 Pemain teratas)
Pemain Klub Gol
Andriy Shevchenko Milan 14
Giuseppe Meazza Inter, Milan 13
Gunnar Nordah Milan 11
Istvan Nyers Inter 11
Enrico Candiani Inter, Milan 10



Milan Ke Inter
  • 1960: Lorenzo Buffon - Through Genoa
  • 1982: Fulvio Collovati
  • 1998: Roberto Baggio - Through Bologna
  • 1999: Christian Panucci - Through Real Madrid
  • 2000: Cristian Brocchi - Through Pro Sesto, Lumezzane and Verona, then back to A.C. Milan again in 2001
  • 2001: Dražen Brnčić
  • 2001: Andrés Guglielminpietro
  • 2001: Francesco Toldo - Through Verona, Trento, Ravenna and Fiorentina
  • 2002: Francesco Coco
  • 2002: Ümit Davala
  • 2003: Thomas Helveg
  • 2004: Edgar Davids - Through Juventus and FC Barcelona
  • 2006: Patrick Vieira - Through Arsenal and Juventus
  • 2010: Leonardo - Untuk Pelatih
Inter Ke Milan
  • 1940: Giuseppe Meazza - Then back to Internazionale again in 1946 through Juventus, Varese and Atalanta
  • 1974: Aldo Bet - Through Roma and Verona
  • 1982: Aldo Serena
  • 1998: Maurizio Ganz
  • 1999: Taribo West
  • 2001: Andrea Pirlo
  • 2002: Clarence Seedorf
  • 2002: Dario Šimić
  • 2004: Hernán Crespo - Through Chelsea on loan, then back to Internazionale again in 2006
  • 2005: Christian Vieri
  • 2006: Giuseppe Favalli
  • 2007: Ronaldo - Through Real Madrid
  • 2010: Mancini - Played for Milan on loan from Internazionale
  • 2010: Zlatan Ibrahimović - Through Barcelona

Selasa, 13 Juli 2010


Football Club Internazionale Milano S.p.A atau lebih dikenal dengan nama Inter Milan atau yg mempunyai julukan il Nerazurri (si biru hitam), il Biscone (si ular besar), dan juga La Beneamata (yang malang) adalah sebuah klub sepak bola Italia, berseragam garis biru-hitam bermain di Seri A (divisi pertama) sejak tahun 1908. pendukung Internazionale disebut Interisti. Inter bermain di stadion Giuseppe Meazza dan berlatih di Angelo Moratti Sports Center (dikenal juga sebagai La Pinetina) sebuah fasilitas latihan berjarak 30 km di Appiano Gentile.

Sejarah
Inter Milan 1908.

Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 mengikuti pecahnya dari Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Criket and Football Club), yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah kelompok terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss (Giorgio Muggiani, seorang pelukis yang juga merancang logo klub, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell'Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner , Wipf, dan Carlo Arduss) yang tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memecahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.

Klub ini memenangkan juaranya di tahun 1910 dan yang kedua di tahun 1920. Kapten dan Pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.

Selama waktu perang, Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana di tahun 1929, untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini, dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka di tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan di tahun 1938. Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940 dipimpin oleh Giuseppe Meazza, dan di tahun yang sama mereka memenangkan trofi kelima mereka, meskipun Meazza mengalami cedera. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.
Inter Milan 1964/65.

Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

Setelah masa keemasan di tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya di tahun 1971 dan kedua belas kalinya di tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia di tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yg ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yg sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yg lain dari biasa atau yg mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yg ikut menyeret beberapa klub besar italia yg terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.
Skuad Final Liga Champions 2010

Soccer.Field Transparant.png
Júlio César
Maicon
Lúcio
Samuel
Chivu
Cambiasso
Zanetti
Eto'o
Sneijder
Pandev
Milito
cadangan: Stanković (68' → Chivu), Muntari (79' → Pandev), Materazzi(92' → Milito), Toldo, Cordoba, Balotelli, Mariga

Pelatih: José Mourinho

Inter kembali menjadi juara bertahan pada tahun 2008,2009 dan 2010. Gelar ini membuat Inter dengan 18 kali juara di peringkat kedua dalam jumlah gelar kompetisi Seri A, di bawah Juventus dengan 27 kali dan mengalahkan rival sekota mereka AC Milan dengan 17 kali. Biarpun begitu Inter adalah satu-satunya tim Seri A yg belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Seri A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yg berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Seri A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Pada musim 2009/2010 Inter menyamai rekor Juventus dan Torino dengan memenangi gelar Juara Seri A selama 5 Musim secara beruntun.

Internazionale juga memenangi Piala UEFA mereka tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 melawan AS Roma/ Di musim 1993/1994, Inter meraih gelar Piala UEFA dengan mengalahkan klub Austria Casino Salzburg. Di kemenangan Piala UEFA mereka untuk ketiga kalinya, Inter mengalahkan SS Lazio di Parc des Princes, Paris.

Inter baru memenangi lagi Piala/Liga Champion untuk yang ketiga kalinya pada musim 2009/2010 dengan mengalahkan klub asal Jerman, Bayern Munich di Final, setelah sebelumnya pada Babak semi Final Internazionale secara mengejutkan mengalahkan Klub asal Spanyol, FC Barcelona.yang saat itu sangat di unggulkan karena pada Musim kompetisi 2008/2009 meraih 6 gelar disemua ajang.

Inter kini juga menjadi tim asal Italia pertama yang meraih treble winner setelah memenangi semua kompetisi yang dijalani inter pada musim 2009/2010 diantaranya Scudetto Liga Italia, Piala Italia, dan Liga Champions.

Know us

Contact us

Nama

Email *

Pesan *