Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

1. Jaringan Client Server
client server
Client-server computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan Jaringan komputer yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Terlihat bahwa client-server merupakan campuran antar timesharing yang terpusat dan distributed processing yang menekankan pemrosesan lokal. Client server dapat mencakup WAN tetapi konfigurasi dasarnya terdiri dari satu atau  beberapa LAN
Pada jaringan client-server yang umum, pemrosesan aplikasi dibagi atas beberapa client dan satu atau beberapa server. Client adalah pemakai yang mengakses jaringan melalui komputer destop. Server dap berupa komputer jenis apapun yang menyediakan fungsi pengendalian bagi Jaringan komputer.
Jika jaringan client-server  diterapkan dengan configurasi yang canggih, system apapun dalam jaringan dapat mengakses dan menggunakan system lain yang tersedia. Dengan cara ini kapasitas yang tidak digunakan dari suatu destop dapat digunakan oleh destop lain yang berada dalam jaringan. Atau pekerja dapat diturunkan (downloaded)  ke destop dari server.
Perhatian pada client-server computing saat ini merupakan hasil dari berbagai daya teknologi, ekonomi dan organisasi yang bekerjasama. Daya teknologi mencakup kemajuan dalam perkembangan komputer mikro dan teknologi transmisi data, system manajemen database  yang disesuaikan untuk penggunaan jaringan. Daya ekonomi diterapkan pada penggunaan sumberdaya informasi yang efisien. Daya organisasi ditimbulkan oleh end-user computing.
Pada lingkunganclient-server, spesialis informasi berfokus pada aplikasi-aplikasi utama yang berjalan di server, dan pemakai pengembangan aplikasi yang berjalan di destop mereka. Agar manfaat client-server bermanfaat sepenuhnya, aplikasi harus dikembangkan secara khusus untuk berjalan dalam lingkungan ini.
Saat ini hampir semua perusahaan besar, sedang dalam proses mengubah aplikasi mereka dari mainframe ke lingkungan client-server, namun para CIO mendekati perubahan itu dengan berhati-hati karena mereka menyadari bahwa biaya-biaya sebenarnya dari client-server belum sepenuhnya dipahami. Walau client-server tidak diragukan lagi merupakan gelombang masa depan, pendekatan ini tidak diharapkan menjauhi mainframe.

2. Ativate directory
 Direktori aktif adalah layanan direktori yang dimiliki oleh sistem operasi jaringan microsoft windows 2000, Windows XP, Windows Vista, dan Windows server 2008. Active Directory terdiri atas basis data dan juga layanan direktori. Basis data yang dimiliki oleh Active Directory menyimpan segala sumber daya yang terdapat di dalam jaringan, seperti halnya komputer yang telah tergabung ke sebuah domain, daftar akun pengguna dan kelompok pengguna, folder yang di-share, dan lain-lain. Sementara itu, layanan direktori yang dimilikinya membuat informasi yang disimpan di dalam basis data dapat diakses oleh pengguna dan aplikasi. Active Directory sebenarnya merupakan implementasi dari protokol lightweight directory access protocol(LDAP).

3.Proxy
 Proxy adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet.Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap komputer klien. Web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.
 Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik. Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan.

4.Router
  adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.


misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.
Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Jenis-jenis Router
1. Router Aplikasi
2. Router Hardware
3. Router PC
Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pad sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan sepertiu router, sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address, pada prakteknya Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah, contoh dari router ini adalah access point, wilayah yang dapat mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk membagi dan mensharing IP Address, jadi jika suatu perangkat jaringan (pc) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP Address atau koneksi internet yang disebarkan oleh Sistem Operasi tersebut, contoh sistem operasi yang dapat digunakan adalah semua sistem operasi berbasis client server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 Server, MikroTik (Berbasis Linux), dan lain-lain.
 
5.Fire wall
Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN) anda.

Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1. mesin/komputer
Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2. Jaringan
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.

6.Adhoc mode pada jaringan wireless 
Model jaringan ini memungkinkan perangkat wireless berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa central access point. Ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan wireless, disebut ad hoc network karena tidak bergantung pada infrastruktur yang sudah ada, seperti router dalam jaringan kabel ataupun Access Point pada jaringan nirkabel.
Dalam Ad hoc network, setiap node bertugas dalam merouting data kepada node lain, jadi penentuan node mana yang mengirimkan data dibuat secara dinamis berdasarkan konektivitas dari jaringan itu sendiri.
Sifat desentralisasi, protokol routing dinamis, dan mudah untuk diterapkan menjadikan ‘jaringan ad hoc’ cocok untuk diimplementasikan disaat jaringan terpusat tidak dapat digunakan (situasi darurat seperti bencana alam atau konflik militer).
 
7.access point
access point adalah adalah suatu peranti yang memungkinkan peranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth, atau standar lain. WAP biasanya tersambung ke suatu router (melalui kabel) sehingga dapat meneruskan data antara berbagai peranti nirkabel (seperti komputer atau pencetak) dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan. Standar yang diterapkan untuk WAP ditetapkan oleh IEEE dan sebagian besar menggunakan IEEE 802.11.
 
8.Cross over pada jaringan kabel 
. Cross over cable, merupakan jenis susunan kabel yang digunakan untuk menghubungkan antara perangkat yang sama, seperti komputer dengan komputer, switch/hub dengan switch/hub, dsb, tetapi terbatas hanya untuk satu pasang saja.
Susunanya pada cross over cable adalah:
a. Pada ujung kabel pertama: putih orange-orange-putih hijau-biru-putihbiru-hijau-putih coklat-coklat
b. Pada ujung kabel kedua: putih hijau-hijau-putih orange-biru-putih biru-orange-putih coklat-coklat

9.NAT
 Network Address Translation (NAT) adalah sebuah router yang menggantikan fasilitas sumber dan (atau) alamat IP tujuan dari paket IP karena melewati jalur router. Hal ini paling sering digunakan untuk mengaktifkan beberapa host di jaringan pribadi untuk mengakses internet dengan menggunakan satu alamat IP publik.
NAT ada 2 jenis yaitu:
1. Sumber(source) NAT atau srcnat. Jenis NAT dilakukan pada paket yang berasal dari natted jaringan. Router A NAT akan mengganti sumber alamat IP dari sebuah paket dengan alamat IP baru publik karena perjalanan melalui router. A setiap operasi diterapkan ke paket balasan dalam arah lainnya.
2. Tujuan(destination) NAT atau dstnat. Jenis ini dilakukan pada paket yang ditujukan ke natted jaringan. Hal ini umumnya digunakan untuk membuat host di jaringan pribadi untuk dapat diakses dari Internet. router A NAT melakukan dstnat menggantikan alamat IP tujuan dari sebuah paket IP karena perjalanan melalui router terhadap jaringan pribadi.

10.Transparant Proxy
Transparan proxy adalah server proxy normal yang sebenarnya tidak meningkatkan privasi online Anda. Transparan proxy dapat memberikan satu manfaat dengan caching halaman yang sering diakses dan proses ini mengurangi waktu download dan mempercepat akses bagi perusahaan client. Banyak juga menggunakan sistem ini untuk keperluan penyaringan.

Sebuah Transparent Proxy akan menampilkan informasi berikut:

REMOTE_ADDR = proxy Alamat IP.

HTTP_VIA = Alamat IP proxy.

HTTP_X_FORWARDED_FOR = Alamat IP Anda sebenarnya.

11.Squit dan IP Tables 

 a. Squid adalah sebuah daemon yang digunakan sebagai proxy server dan web cache. Squid memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari mempercepat server web dengan melakukan caching permintaan yang berulang-ulang, caching DNS, caching situs web, dan caching pencarian komputer di dalam jaringan untuk sekelompok komputer yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, hingga pada membantu keamanan dengan cara melakukan penyaringan (filter) lalu lintas. Meskipun seringnya digunakan untuk protokol HTTP dan FTP, Squid juga menawarkan dukungan terbatas untuk beberapa protokol lainnya termasuk Transport Layer Security (TLS), Secure Socket layer (SSL), Internet Ghoper, dan HTTPS. Versi Squid 3.1 mencakup dukungan protokol IPv6 dan Internet Content Adaptation Protocol(ICAP).
Squid pada awalnya dikembangkan oleh Duane Wessels sebagai "Harvest object cache", yang merupakan bagian dari proyek Harvest yang dikembangkan di University of Colorado at Boulder. Pekerjaan selanjutnya dilakukan hingga selesai di University of California, San Diego dan didanai melalui National Science Fondation. Squid kini hampir secara eksklusif dikembangkan dengan cara usaha sukarela.
Squid umumnya didesain untuk berjalan di atas sistem operasi mirip UNIX, meski Squid juga bisa berjalan di atas sistem operasi Windows. Karena dirilis di bawah lisensi GNU General Public Licence, maka Squid merupakan perangkat lunak bebas.
 b.IP Tables 
Iptables adalah suatu perintah yang digunakan pada OS linux yang berfungsi untuk menyaring pengiriman ataupun penerimaan data.
Syarat-syarat penggunaan iptables :
 - pengetahuan dasar tentang TCP/IP
 - subnetting
Macam-macam Table pada IPTABLES :
-          Nat
-          Mangle
-          Filter
Perintah yang digunakan pada IPTABLES :
Ø           -A digunakan untuk menambahkan rule (aturan)
Ø           -D digunakan untuk menghapus rule (aturan)
Ø           -L digunakan untuk melihat list atau daftar iptables
Ø           -F digunakan untuk menghapus atau mengosongkan daftar pada iptables
Pada iptables terdapat 2 aturan utama atau biasa disebut dengan CHAINS.
Ø         . INPUT
Digunakan oleh firewall untuk mengatur paket data yang menuju Firewall.
Ø        . FORWARD
Digunakan oleh firewall untuk mengatur paket – paket yang meninggalkan Firewall menuju ke jaringan yang lain.Untuk bisa mengetahui jumlah keluar/masuknya paket data untuk suatu komputer kita harus menghitungnya secara terpisah yaitu untuk yang masuk dan untuk yang keluar. Bila kita akan mengamati sepuluh komputer, maka setidaknya harus ada 20 rule iptables. Chain yang digunakan untuk mengamati adalah chain FORWARD.
Untuk memudahkan pengamatan & parsing nilai hitungan iptables kita dapat menambahkan masing-masing 2 chain kosong yang menjadi target rule sehingga memudahkan kita dalam menjalankan grep, misal dengan menggunakan nama komputer yang kita beri tambahan -in dan -out.
Ø       · ACCEPT
Firewall akan langsung menerima untuk kemudian meneruskan paket tersebut.
Ø       · DROP
Firewall akan langsung membuang paket tersebut tanpa mengirimkan pesan ERROR apapun ke pengirim.
Ø       .REJECT
Firewall akan langsung membuang paket tersebut namun disertai dengan mengirimkan pesan ERROR ICMP “ port unreachable” 
 
sumber: http://sisihatiseoranghamba.blogspot.com/2012/04/istilah-dan-pengertian-dalam-jaringan.html

Sabtu, 21 Juli 2012

Pemrosesan paralel (parallel processing) adalah penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Idealnya, parallel processing membuat program berjalan lebih cepat karena semakin banyak CPU yang digunakan. Tetapi dalam praktek, seringkali sulit membagi program sehingga dapat dieksekusi oleh CPU yang berbea-beda tanpa berkaitan di antaranya.

Komputasi paralel adalah salah satu teknik melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara bersamaan. Biasanyadiperlukan saat kapasitas yang diperlukan sangat besar, baik karena harus mengolah data dalam jumlah besar ataupun karena tuntutan proses komputasi yang banyak. Untuk melakukan aneka jenis komputasi paralel ini diperlukan infrastruktur mesin paralel yang terdiri dari banyak komputer yang dihubungkan dengan jaringan dan mampu bekerja secara paralel untuk menyelesaikan satu masalah. Untuk itu diperlukan aneka perangkat lunak pendukung yang biasa disebut sebagai middleware yang berperan untuk mengatur distribusi pekerjaan antar node dalam satu mesin paralel. Selanjutnya pemakai harus membuat pemrograman paralel untuk merealisasikan komputasi.

Pemrograman paralel adalah teknik pemrograman komputer yang memungkinkan eksekusi perintah/operasi secara bersamaan baik dalam komputer dengan satu (prosesor tunggal) ataupun banyak (prosesor ganda dengan mesin paralel) CPU. Tujuan utama dari pemrograman paralel adalah untuk meningkatkan performa komputasi. Semakin banyak hal yang bisa dilakukan secara bersamaan (dalam waktu yang sama), semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan.
Komputasi paralel membutuhkan:
·         algoritma
·         bahasa pemrograman
·         compiler

Sebagian besar komputer hanya mempunyai satu CPU, namun ada yang mempunyai lebih dari satu. Bahkan juga ada komputer dengan ribuan CPU. Komputer dengan satu CPU dapat melakukan parallel processing dengan menghubungkannya dengan komputer lain pada jaringan. Namun, parallel processing ini memerlukan software canggih yang disebut distributed processing software. Parallel processing berbeda dengan multitasking, yaitu satu CPU mengeksekusi beberapa program sekaligus. Parallel processing disebut juga parallel computing.

Sesuai taksonomi Flynn, seorang Designer Processor, Organisasi Prosesor dibagi menjadi 4 :
A.    SISD (Single Instruction Single Data Stream)
Arus Instruksi Tunggal dan Data Tunggal
B.    SIMD (Single Instruction Multiple Data Stream)
Arus Instruksi Tunggal dan Multiple Data
C.    MISD (Multiple Instruction Single Data Stream)
Arus Multiple Instruksi dan Data Tunggal
D.    MIMD (Multiple Instruction Multiple Data Stream)
Arus Multiple Instruksi dan Multiple Data

 1.            Organisasi Prosesor SISD
  • Prosesor tunggal
  • Aliran instruksi tunggal
  • Data disimpan dalam memori tunggal
  • Uni-processor
2.            Single Instruction, Multiple Data Stream – SIMD
  • Single machine instruction
  • Mengontrol eksekusi secara simultan
  • sejumlah elemen-elemen pengolahan
  • Berdasarkan Lock-step
  • Setiap pengolahan elemen memiliki hubungan dengan memori data
  • Setiap instruksi dieksekusi pada kumpulan data yang berbeda oleh prosesor yang berbeda
  • Prosesor Vector and array
3.         Multiple Instruction, Single Data Stream – MISD
  • Rangkaian dari data
  • Dikirimkan ke kumpulan prosesor
  • Setiap prosesor mengeksekusi urutan instruksi yang berbeda
  • Belum pernah diimplementasikan (komesial)
4.         Multiple Instruction, Multiple Data Stream- MIMD
  • Kumpulan/sejumlah prosesor
  • Mengeksekusi secara simultan urutan instruksi yang berbeda
  • Kumpulan data yang berbeda
  • SMP, Cluster and sistem NUMA


Sumber:

Jumat, 18 November 2011


Cloud Computing (Komputasi Awan)



Saat ini teknologi infprmasi telah menjadi bagian penting dalam sebuah perusahaan yang mampu mendukung keberhasilan bisnis. Teknologi informasi telah menjadi salah satu senjata ampuh untuk bersaing dalam persaingan internasional. Karena itu pula tak mengherankan bila istilah Cloud Computing sedang menjadi trend saat ini dan banyak dibiacrakan orang. Cloud Computing sebagai salah satu teknologi informasi telah dianggap mendukung kelancaran bisnis perusahaan-perusahaan dan menjadikan aktivitas kerja lebih efisien.

Cloud Computing adalah suatu bentuk evolusi lanjutan dari internet yang menggabungkan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasisi internet. Dalam istilah ini Cloud diartikan sebagai internet, sedangkan computing diartikan sebagai proses komputasi. Nah, cloud computing adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut penggunaan teknologi komputer berbasis pengembangan internet dengan software dan sistem operasi yang tersedia secara online. Jadi, dalam hal ini internet dan semua yang terkait dengan internet menjadi terminal pusat. Informasi secara permanen tersimpan di server internet dan tersimpan dalam jangka waktu sementara pada komputer pengguna (client).

Ketika anda memtuskan untuk menggunakan layanan cloud computing, anda harus bersiap untuk menghadapi resiko keamana data yang disimpan atau diolah. Sebab, bila anda menggunakan layanan Cloud Computing berarti anda menyerahkan data kepada provider penyedia jasa layanan tersebut. selain itu, anda juga harus mengusahakan untuk menggunakan akses internet dengan kecepatan yang cukup untuk mengakses data.

Cloud computing telah menjadi sebuah model layanan berbasis internet untuk menampung sumber daya yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan tidak perlu lagi melakukan pemvbelian software dan melakukan perawatan infrastruktur. Dengan demikian sebuah perusahaan tidak lagi memerlukan infrastruktur karena telah tersedia Cloud atau internet. Layanan-layanan yang mendukung dijalankannya Cloud Computing antara lain Google, Microsoft, Zoho, Amazon, dan Sales Force.

Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."

Jenis Layanan Cloud Computing

Internet memang menyediakan banyak layanan. Tetapi tidak semua layanan dapat disebut sebagai Cloud Computing. Layanan-layanan yang dapat dikategorikan sebagai Cloud Computing. Layanan-layanan yang dapat dikategorikan sebagai Cloud Computing memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

· Suatu layanan yang menyediakan kemudahan kepada para penggunanya untuk berlangganan sesuai dengan kebutuhan mereka dan membayar sesuai dengan kapasilitas yang mereka gunakan saja.

· Suatu layanan yang bersifat fleksibel sehingga pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan sesuai dengan kebutuhan mereka.

· Layanan-layanan yang sepenuhnya dikelola oleh provider sehingga para pengguna hanya menyediakan PC atau Notebook serta koneksi internet.

Nah, berdasarkan jen is layanan yang ditawarkan, Cloud Computing terdiri dari tiga jenis layanan, yakni:

1. SaaS (Software as a Service)

Jenis layanan ini merupajan jenis layanan yang telah lebih dahulu dikenal. Jenis layanan ini merupakan hasil pengembangan dari konsep ASP (Application Service Provider). SaaS memberikan kemudahan kepada para penggunanya untuk memanfaatkan software dengan cara berlangganan. Tetapi pada jenis layanan ini, para pengguna tidak memliki kendali penuh pada aplikasi yang mereka gunakan.

Contoh layanan dari jenis SaaS yakni layanan CRM online Salesforce.com, layanan Zoho.com yang menyediakan layanan word processor seperti Google Docs, project management hingga invoice online, layanan Xero.com yang menyediakan layanan akunting online, dan beberapa layanan sejenis lainnya.

2. PaaS (Platform as a Service)

PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi. Tentu saja aplikasi yang nantinya dihasilkan hanya dapat beroperasi di atas platform tersebut saja. Pada jenis layanan ini, pengguna juga tidak memliki kendali atas komputasi dasar seperti memori media penyimpanan, processing power dan piranti lainnya yang diatur oleh provider layanan.

Contoh layanan jenis ini antara lain Google AppEngine, Sales Force melalui Force.com, dan juga Facebook

3. IaaS (Infrastructure as a Service)

Layanan kenis ini menyediakan sumber daya teknologi informasi dasar yang meliputi media penyimpanan, processing power memori, sistem operasi, kapasitas jaringan dan piranti sejenis lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh para penggunanya untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. IaaS memungkinka para penggunanya melakukan penambahan atau pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis.

Contoh layanan jenis ini antara lain Amazon EC2 (Elastic Computing Cloud) yang diluncurkan oleh Amazon.com. Amazon EC2 menyediakan layanan persewaan CPU, media penyimpanan, sistem operasi dan platform pengenbangan aplikasi yang bisa disewa per jam.

Resiko Cloud Computing

Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud anda sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang anda bayar dan apa yang anda investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan anda menggunakan service ini. Anda harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:

· Service level – Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.

· Privacy - Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.

· Compliance - Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.

· Data ownership – Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.

· Data Mobility – Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus ?

Untuk sebuah service yang masih tergolong kritis untuk perusahaan anda, saran terbaik adalah menanyakan hal ini se detail detailnya dan mendapatkan semua komitmen dalam keadaan tertulis.

Source:

· Buku Trik Mengoperasikan PC Tanpa Software karangan Jubilee Enterprise

· Buku Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi karangan Janeer Simarmata Penerbit Andi

· Wikipedia

· http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/

Jumat, 11 November 2011


TEKNOLOGI JARINGAN WI-FI



Komunikasi tanpa kabel/nirkabel (wireless) telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi. LAN nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan Wi-Fi menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untuk diimplementasikan di lingkungan kerja (SOHO/ Small Office Home Office), seperti di perkantoran, laboratorium komputer dan sebagainya. Instalasi perangkat jaringan Wi-Fi lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penghubung kabel antar komputer. Tidak seperti halnya Ethernet LAN/ jaringan konvensional yang menghubungkan jenis kabel koaksial dan kabel UTP sebagai media transfer. Komputer dengan Wi-Fi Device dapat saling terhubung yang hanya membutuhkan ruang atau space dengan syarat jarak jangkauan dibatasi kekuatan pancaran sinyal radio dari masing-masing komputer.

Teknologi Jaringan Wi-Fi

Wi-Fi atau Wireless Fidelty adalah satu standar Wireless Nwtworking tanpa kabel, hanya dengan komponen yang sesuai dapat terkoneksi ke jaringan. Teknologi Wi-Fi memiliki standar, yang ditetapkan oleh institusi internasional yang bernama Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), yang secara umum sebagai berikut:

· Standar IEEE 802.11a yaitu Wi-Fi dengan frekuensi 5 Ghz yang memiliki kecepatan 54 Mbps dan jangkauan jaringan 300m

· Standar IEEE 802.11b yaitu Wi-Fi dengan frekuensi 2,4 Ghz yang memilki kecepatan 11 Mbps dan jangkauan jaringan 100m

· Standar IEEE 802.11g yaitu Wi-Fi dengan frekuensi 2,4 Ghz yang memilki kecepatan 54 Mbps dan jangkauan jaringan 300m

Teknologi Wi-Fi yang akan diimplementasikan adalah standar IEEE 802.11g karena standar tersebut lebih cepat untuk proses transfer data dengan jangkauan jaringan yang lebih jauh serta dukungan vendor (perusahaan pembuat hardware). Perangkat tersebut bekerja di frekuensi ISM (Industrial, Scientific and Medical) yang juga digunakan oleh peralatan lain, seperti microwave open, cordless phone, dan bluetooth.

Tipe Jaringan Wi-Fi

Seperti halnya Ethernet-LAN (jaringan dengan kabel), jaringan Wi-Fi juga dikonfigurasikan ke dalam dua jenis jaringan:

v Jaringan peer to peer / Ad Hoc Wireless LAN

Komputer dapat saling berhubungan berdasarkan nama SSID (Service Set Identifier). SSID adalah nama identitas komputer yang memiliki komponen nirkabel.

v Jaringan Server Based / Wireless Infrastructure

Sistem Infrastruktur membutuhkan sebuah komponen khusus yang berfungsi sebagai Access Point.

Komponen Utama Jaringan Wi-Fi

Terdapat empat komponen utama untuk membangun jaringan Wi-Fi:

1. Acces Point : komponen yang berfungsi menerima dan mengirimkan data dari adapter wireless. Access Point mengonversi sinyal frekuensi radio menjadi sinyal digital atau sebaliknya. Komponen tersebut bertindak layaknya sebuah hub/switch pada jaringan ethernet. Satu Access Point secara teori mampu menampung beberapa sampai ratusan klien. Walaupun demikian, Access point direkomendasikan dapat menampung maksimal 40-an klien.

2. Wireless-LAN Device : komponen yang dipasangkan di Mobile/Desktop PC.

3. Mobile/Desktop PC: komponen akses untuk klien, mobile PC pada umumnys sudah terpasang port PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association), sedangkan Desktop PC harus ditambahkan PCI (Peripheral Componen Interconnect) Card, serta USB (Universal Serial Bus) Adapter.

4. Ethernet LAN : jaringan kabel yang sudah ada (bila perlu).

Keamanan Jaringan Wi-Fi

Pancaran sinyal yang ditransmisikan pada jaringan Wi-Fi menggunakan frekuensi secara bebas sehingga dapat ditangkap oleh komputer lain sesama user Wi-Fi. Untuk mencegah user yang tidak berhak masuk ke dalam jaringan, ditambahkan sistem pengamanan, misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy). Jadi, user tertentu yang telah memiliki otorisasi saja yang dapat menggunakan sumber daya jaringan Wi-Fi.

Keamanan jaringan Wi-Fi secara umum terdiri dari NonSecure dan Share Key (Secure).

· Non Secure/Open; komputer yang memiliki Wi-Fi dapat menangkap transmisi pancaran dari sebuah Wi-Fi dan langsung dapat masuk ke dalam jaringan tersebut.

· Share Key; untuk dapat masuk ke dalam jaringan Wi-Fi di perlukan kunci atau password, contohnya sebuah network yang menggunakan WEP.

Selain pengamanan yang telah dituliskan diatas, masih terdapat cara lain agar jaringan Wi-Fi dapat berjalan dengan baik dan aman, antara lain:

· Membeli access point dengan fasilitas password bagi administratornya sehingga user dapat dengan mudah mengacak-acak jaringan.

· Selain menggunakan WEP, dapat ditambahkan WPA (Wi-Fi Protected Access).

· Membatasi akses dengan mendaftarkan MAC Address dari komputer klien yang berhak mengakses jaringan.

Catatan :

Sebagai seorang calon administrator, pada pembuatan password gunakanlah atribut sebanyaknya supaya password akan sulit di enkripsi sehingga cracker semakin sulit memecahkannya.

Keunggulan dan Kelemahan Jaringan Wi-Fi

Keunggulan jaringan Wi-Fi:

- Biaya pemeliharaan murah

- Infrastruktur berdimensi kecil

- Pembangunannya cepat

- Mudah dan murah untuk direokasikan

- Mendukung portabilitas

Kelemahan jaringan Wi-Fi:

- Biaya peralatan mahal

- Delay yang sangat besar

- Kesulitan karena masalah propagasi radio

- Mudah untuk terinterferensi

- Kapasitas jaringan kecil karena keterbatasan spektrum

- Keamanan/kerahasiaan data kurang terjamin

Sumber :

· Buku Jaringan Wi-Fi karangan Tri Kuntoro Priyambodo dan Dodi Heriadi, Penerbit Andi

· Buku Membangun sistem Jaringan Wireless Untuk Pemula karangan Madcoms, Penerbit Andi

Know us

Contact us

Nama

Email *

Pesan *